Khususnya masyarakat pesisir di bagian timur sulawesi tengah perlu berbangga. Pasalnya teluk tomini yang letaknya sangat strategis dan menyimpan beragam potensi akan dikelola secara terpadu dan berkelanjutan.
Kebijakan ini ditempuh seiring dengan semakin berkurangnya potensi dan kemampuan sumber daya alam di daratan (up land resources) dalam menyediakan jasa-jasanya, maka sumber daya alam wilayah pesisir dan lautan menjadi tumpuan alternatif pemenuhan kebutuhan penduduk.
Saat ini kurang lebih 60% masyarakat indonesia menempati wilayah pesisir, diantaranya adalah wilayah propinsi Sulawesi Tengah yang memiliki luas sekitar 68.033 km2, dengan teritorial laut sekitar 193.923,75 km2, dan garis pantai sepanjang ± 4.000 km yang menghadap empat perairan laut yang berbeda yaitu selat makassar, laut sulawesi, teluk tomini dan teluk tolo. Dengan keadaan ini maka potensi wilayah pesisir dan laut sulawesi tengah yang dapat dikelola untuk kepentingan kesejahteraan rakyat tersedia cukup besar.
Berkenaan dengan hal itu, jika tidak ada aral melintang besok Rabu 13 Mei 2009 pukul 12.30 – 13.30 bertempat di Grand Kawanua Covention Center Manado akan dilangsungkan penandatangan kesepakatan bersama antara Gubernur Sulawesi Tengah, Gubernur Sulawesi Utara, dan Gubernur Gorontalo, tentang pengelolaan teluk tomini secara terpadu dan berkelanjutan. Penandatanganan Mou ini dilaksanakan dalam kerangka kegiatan World Ocean Conference (WOC) pada acara Global Ocean Policy Day di Manado.
Dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan teluk tomini ini, telah disusun rencana strategis yang melibatkan para pemikir dari beberapa SKPD masing-masing propinsi, PSL, para pakar dari akademisi, serta para staf ahli gubernur dari masing-masing propinsi, sekjen BKPRS dan LSM. Dari beberapa tahapan proses yang telah ditempuh, akhirnya dokumen renstra pengelolaan teluk tomini mendapat dukungan kuat dari Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Kementrian Pembagunan Daerah Tertinggal dan Departemen Dalam Negeri, demikian pula untuk partispasi ditingkat masyarakat sudah dibangun sinergi dengan Sustainable Coastal Livelihood dan Management (didukung oleh IUCN dan CIDA) yang khusus akan bergerak dalam pengelolaan teluk tomini.
Sesuai jadwal pertemuan ini akan disaksikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Negera Lingkungan Hidup serta dihadiri oleh para Bupati dan Walikota se propinsi Sulawesi Utara dan Propinsi Gorontalo, dan para Bupati dari Propinsi Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Bupati Poso, Bupati Banggai, Bupati Parigimoutong, dan Bupati Tojo Una-Una, serta didampingi oleh sejumlah pimpinan SKPD terkait dari ketiga propinsi.

