Saturday, September 4, 2010

Kemarau Panjang, 8 Situ Irigasi Di Lebak Mulai Mengering

Posted by admin On Juli - 23 - 2009

Banten — Kemarau panjang yang menerpa Kabupaten Lebak tahun ini, tidak kurang 8 dari 330 situ irigasi yang ada di Kabupaten Lebak kini mulai mengering. Diperkirakan hal ini akan menyebabkan ribuan hektar sawah mengalami kekeringan, sehingga mengganggu pelaksanaan musim tanam (MT) ketiga tahun ini.

Delapan situ Irigasi dimaksud diantaranya Situ Cisangu bawah dan Situ Cisangau Atas, Kecamatan Cibadak dengan luas 446 Hektar, Cimarga Kecamatan Cimarga dengan luas 211 Hektar, Cilembun dengan luas 185 Hektar, Kecamatan Warunggunung desa, Pasir Bedil seluas 150 Hektar, Citamiang seluas 150 Hektar, Kecamatan Malingping Desa Cilangkahan seluas 432 Hektar, camatan Panggarangan desa Cimandiri seluas 500 Hektar dan yang terakhir Kecamatan Rangkasbitung Cijoro seluas 55 Hektar.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Lebak, Wahab Rahmat mengatakan akibat kondisi tersebut pihaknya menghimbau agar para petani di wilayah krisis air tidak melakukan penanaman padi pada musim kemarau, karena khawatir akan gagal penen. “Jika dijumlah ada sekitar 2.129 hektar situ irigasi yang saat ini kekeringan akibat El Nino,” kata Wahab kepada wartawan, kemarin.

Meskipun demikian, lanjut Wahab pihaknya terus melakukan pengawasan terkait ketersediaan stok air irigasi di wilayah lain yang ada di Kabupaten Lebak. “Untuk menghadapi musim kemarau, kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait termasuk P3A Mitra Cai ,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Wahab berharap masyarakat terutama petani untuk tetap waspada dan terus melakukan penanaman pada waktu yang tepat, sehingga tidak terjadi gagal panen akibat puso. “Biasanya, jika kekurangan air maka dampaknya pada kualitas padi yang mungkin saja akan gagal panen atau puso,” tukasnya.
(Yan Dahlan )

Leave a Reply